Chelsea Resmi Tunjuk Maurizio Sarri

Chelsea Resmi Tunjuk Maurizio Sarri

Selang satu hari setelah Antonio Conte didepak dari kursi pelatih, raksasa Premier League, Chelsea resmi menunjuk mantan pelatih Napoli, Maurizio Sarri. Juru taktik asal Italia tersebut diyakini sepakat mengikat kontrak berdurasi tiga tahun ke depan.

Chelsea Resmi Tunjuk Maurizio Sarri

Sebagaimana diketahui, Maurizio Sarri sejatinya memang telah memutuskan untuk berpisah dengan Napoli setelah tiga musim menukangi klub Serie A Italia tersebut. Alasan Sarri meninggalkan San Paoli sendiri tak lain menyusul kegagalan Napoli dalam perburuan Scudetto pada kampanye musim kemarin, dimana Partenopei yang sudah sangat dekat dengan trofi tersebut kembali kalah bersaing dengan sang juara bertahan, Juventus.

Sementara itu, isu pemecatan Antonio Conte dari kursi manajer Chelsea sejatinya memang telah trdengar sejak beberapa bulan terakhir. Pasalnya, Chelsea bermain kurang konsisten selama kampanye musim 2017/18 kemarin berlangsung. Puncaknya adalah saat The Blues gagal finish di empat besar klasemen akhir Premier League yang praktis membuat mereka absen di ajang Liga Champions Eropa musim depan.

Tak heran jika kemudian isu pemecatan Conte semakin santer terdengar, dan akhirnya Chelsea benar-benar memecat mantan pelatih sukses Juventus tersebut pada Sabtu kemarin. Nah, selang sehari kemudian, Chelsea resmi menunjuk mantan pelatih Napoli, Maurizio Sarri. Pelatih berusia 58 tahun tersebut diikat dengan kontrak berdurasi tiga tahun.

Sang manajer sendiri mengaku sudah tidak sabar untuk segera bekerja dan bertemu dengan para pemain Chelsea.

“Saya tidak sabar untuk segera bekerja dan bertemu dengan para pemain pada Senin mendatang. Kami akan bersiap untuk berangkat ke Australia di mana saya akan bekesempatan mengenal skuat ini lebih dalam, Semoga saya bisa memberikan hiburan kepada fans dan membawa klub ini berkompetisi bersaing meraih trofi di akhir musim,” Demikian ungkap Sarri.

Kedatangan Sarri diyakini akan diikuti oleh sejumlah perekrutan pemain. Chelsea dilaporkan sedang berupaya merekrut bintang-bintang Serie A Italia seperti Jorginho (Napoli), Gonzalo Higuain (Juventus), hingga Alisson (AS Roma).

Danijel Subasic Layak Jadi Kiper Terbaik Piala Dunia

Danijel Subasic Layak Jadi Kiper Terbaik Piala Dunia

Salah seorang mantan pemain Tim Nasional Kroasia, Joey Didulica menilai bahwa Danijel Subasic , adalah sosok yang sangat layak mendapat sanjungan karena performanya bersama dengan Timnas Kroasia sepanjang Piala Dunia 2018 ini. Bahkan menurutnya, Subasic pantas mendapatkan penghargaan Golden Glove dari FIFA.

Danijel Subasic Layak Jadi Kiper Terbaik Piala Dunia

Sebagaimana diketahui, Penjaga gawang AS Monaco tersebut memang jadi andalan Tim Nasional Kroasia di sepanjang turnamen Piala Dunia tahunn ini. Dia hanya kebobolan satu gol saja di sepanjang babak penyisihan Group, bahkan mencatatkan Cleansheet sempurna dalam pertandingan melawan Argentina, sebagaimana Kroasia berhasil mengemas kemenangan telak 3-0 dalam partai tersebut.

Tentu saja, Subasic juga berperan atas keberhasilan Kroasia melangkah ke babak final turnamen empat tahunan ini, apalagi faktanya Kroasia sendiri melalui dua babak gugur, masing-masing saat berhadapan dengan Denmark dan tuan Rumah Rusia, lewat drama adu penalti. Saat itu, Subasic berhasil menepis dua tendangan penalti masing-masing tim.

Tak heran jika kemudian salah seorang mantan pemain timnas Kroasia, Joey Didulica, menilai bahwa Subasic sejatinyua sangat layak untuk mendapatkan penghargaan sebagai kiper terbaik Piala Dunia tahun ini dengan mendapatkan penghargaan sarung tangan emas.

“Dia [Subasic] mewujudkan kemenangan dalam beberapa pertandingan dan jika Anda melihat di sekelilingnya, para kiper yang melakukan itu, saya pikir [Kasper] Schmeichel juga layak disebut,” kata Didulica kepada Omnisport.

“Namun dengan Subasic sekarang lolos ke final, saya kira dia layak menjadi kiper terbaik di turnamen ini, menurut saya.”

Setelah berhasil menyingkirkan timnas Inggris lewat babak perpanjangan waktu, dengan skor akhir 2-1, Timnas Kroasia berhak melangkah ke babak final. Pada partai final nanti mereka akan berhadapan dengan Timnas Prancis.

Ini adalah pertama kalinya bagi Timnas Kroasia memenangkan tiket ke babak final Piala Dunia dalam sejarah mereka.

Kelolosan Kroasia Menuju Partai Final Layaknya sebuah Keajaiban

Kelolosan Kroasia Menuju Partai Final Layaknya sebuah Keajaiban

Striker andalan Tim Nasional Kroasia, Mario Mandzukic tak bisa menggambarkan perasaan yang dia rasakan menyusul keberhasilan Tim Balkan melangkah ke babak final Turnamen empat tahunan ini. Menurutnya, pencapaian Kroasia ini adalah sebuah keajaiban.

Kelolosan Kroasia Menuju Partai Final Layaknya sebuah Keajaiban

Seperti diketahui, Kroasia sebenarnya bukan tim yang difavoritkan untuk melaju jauh di ajang Piala Dunia tahun ini, meskipun faktanya mereka punya skuat yang cukup tangguh. Tapi faktanya, pada babak penyisihan Group, Skuat arahan Zlatko Dalic tampil meyakinkan, dengan meraih kemenangan 2-0 atas Nigeria, 3-0 atas Argentina dan 2-1 atas Islandia.

Mereka kemudian melaju ke babak 16 besar dan menang atas Denmark lewat drama adu penalti, selanjutnya Kroasia kemudian berhadapoan dengan tuan rumah Rusia. Mendapat perlawanan yang cukup ketat dari tuan rumah, tapi akhirnya Luka Modric Cs berhasil lolos ke babak semifinal, kembali melalui drama adu penalti.

Di babak empat besar, Kroasia kemudian dihadapkan dengan salah satu tim favorit, inggris. Pada awalnya mereka tidak diunggulkan menang, apalagi skuat arahan Gareth Southgate tampil lebih meyakinkan pada pertandingan babak perempat final lewat kemenangan telak 2-0 atas Swedia. Benar saja, Kroasia sempat tertinggal cepat 1-0 di menit ke-5 oleh gol yang dicetak oleh Kieran Trippier, untung saja ada Ivan Perisic yang mencetak gol, membuat kedudukan menjadi imbang 1-1.

Skor bertahan sampai 90 menit pertandingan, memaksa kedua tim melanjutkan pertandingan lewat babak tambahan 2×15 menit untuk menentukan siapa pamenangnya, dan pada saat itu Striker Mario Mandzukic berhasil mencetak gol yang membawa Kroasia berbalik unggul 2-1. Skor tersebut kemudian bertahan sampai laga berakhir, dan Kroasia pun melaju ke final untuk pertama kalinya dalam sejarah mereka.

Terkait dengan hal tersebut, striker Mario Mandzukic mengakui bahwa keberhasilan Kroasia ke babak final adalah sebuah keajaiban.

“Ini adalah keajaiban, Hanya tim hebat yang bisa seberani kami dan berjuang mengejar ketertinggalan melawan tim seperti Inggris. Kami bermain dengan hati di sepanjang turnamen.”

“Saya senang dengan performa saya di semua pertandingan. Saya di sini untuk tim. Saya menyukai pertandingan seperti ini. Kami berada dalam tekanan melawan Denmark dan Rusia, namun kalian semua lihat apa yang kami lakukan hari ini [melawan Inggris].” kata Mandzukic.

Kritik pada Neymar Sudah Kelewat Batas

Kritik pada Neymar Sudah Kelewat Batas

Belakangan ini, bintang utama Paris Saint-Germain, Neymar Jr jadi sasaran kritik publik Brazil dan sepakbola pada umumnya, menyusul kegagalan Tim Samba di ajang piala dunai 2018. Namun menurut legenda Gilberto Silva, Kritik yang menghujani Neymar sejatinya telah melampaui batas dan harus dihentikan.

Kritik pada Neymar Sudah Kelewat Batas

Seperti diketahui, Timnas Brazil memang mengandalkan Neymar sejak awal perjalanan mereka di Rusia. Pasalnya, mantan bintang Barcelona tersebut adalah sosok pemain ulung dan bertalenta pada posisinya, setidaknya itu telah dibuktikan dalam empat tahun terakhir ini. Namun sayang, Neymar tak mampu membawa Brazil menatap peluang juara setelah disingkirkan Belgia pada babak perempat final.

Tentu saja ini sangat mengecewakan bagi Tim Nasional Brazil, dan tak heran jika banyak pihak yang kemudian kecewa karena Neymar yang digadang-gadang jadi pemain terbaik dunia gagal membawa Negaranya melangkah jauh di ajang empat tahunan ini. Lantas, mantan pemain Santos itu kemudian mendapat kritik dari berbagai pihak.

Tak hanya karena kegagalannya bersama timnas Brazil, tapi juga soal aksi divingnya yang mengunndang banyak kritik dari sejumlah pihak. Menurut Legenda Brazil, Gilberto Silva, Kritik yang ditujukan kepada Neymar sejatiya sudah kelewat batas dan harus dihentikan.

“Sampai di titik tertentu, saya bisa memahami kritik pada Neymar. Tetapi hal itu kemudian mulai berlebihan. Saya memahaminya, dia sedang berkembang, Dia masih harus banyak belajar, dan dia akan mempelajari itu. Dan saya pikir dia dikritik karena dia adalah pemain besar, semua orang suka berbicara soal pemain besar.” kata Gilberto Silva dikutip dari fourfourtwo.

Sedangkan soal aksi diving sang pemain, ini kata Gilberto kepada reporter.

“Seperti yang terjadi pada pemain lain yang sudah saya lihat di kompetisi ini, mereka sudah melakukan beberapa hal gila, tetapi tidak ada yang membahas mereka.vTetapi (berita buruk terjadi) jika Neymar atau Cristiano Ronaldo, atau bahkan Lionel Messi yang melakukannya. Mereka selalu memilih sosok yang bisa menjual informasi,” tandasnya.

Lolos Ke Final, Inilah Generasi Emas Timnas Kroasia

Lolos Ke Final, Inilah Generasi Emas Timnas Kroasia

Tim Nasional Kroasia berhasil meraih kemenangan bersejarah dan menyingkirkan Inggris dari ajang Piala Dunia 2018 ini untuk kemudian melangkah ke babak final. Bek Dejan Lovren begitu senang dengan kesuksesan Kroasia, dan menyebut bahwa inilah generasi emas dari Tim Balkan dalam sejarahnya.

Lolos Ke Final, Inilah Generasi Emas Timnas Kroasia

Sebenarnya, Kroasia mengusung skuat yang sama seperti yang mereka bawa pada ajang piala Euro 2016 lalu. Langkah Kroasia di Prancis dua tahun silam terhenti pada babak perempat final. Karenanya, tidak ada yang menjadikan Kroasia sebagai tim favorit di ajang piala dunia tahun ini. Namun faktanya mereka berhasil membungkam para peragu dengan melangkah ke babak final untuk pertama kalinya dalam sejarah.

Dalam perjalannya menunju partai penentuan juara dunia, Kroasia berhasil menyingkirkan Denmark dan tuan Rumah Rusia, masing-masing di babak 16 besar dan babak semifinal lewat cara yang sama, Adu penalti. Di babak semifinal, mereka berhadapan dengan Inggris dan tidak diunggulkan menang.

Tapi secara luar biasa, Kroasia yang pada awalnya tertinggal satu gol kemudian membalas dan membalikkan kedudukan jadi 2-1 lewat babak perpanjangan waktu 2×15 menit. Tanpa adu penalti, mereka pun melangkah ke babak final. Selepas pertandingan, para pemain Kroasia mengutarakan kegirangan mereka karena berhasil melangkah ke babak final, dan bek Dejan Lovren mengklaim bahwa inilah generasi emas dari Kroasia.

“Bertahun-tahun, kami dan para pemain dari generasi sebelumnya selalu saja dibanding-bandingkan dengan generasi emas 1998. Namun berdasar apa yang sudah kami lakukan sekarang, kami adalah generasi emas itu!” demikian kata Lovren, seperti dikutip Goal Kroasia.

Lebih lanjut, Lovren Menolak bersimpati pada rekan-rekan satu timnya di Liverpool yang bermain bagi Timnas Inggris, karena mereka tidak menunjukkan rasa hormat pada kroasia.

“Tidak, saya sama sekali tidak merasa harus bersimpati terhadap kegagalan rekan klub saya di Liverpool, karena mereka meremehkan kami. Inggris tidak menunjukkan rasa hormat!” kecamnya.

Riyad Mahrez Ucapkan Terima Kasih Kepada Leicester City

Riyad Mahrez Ucapkan Terima Kasih Kepada Leicester City

Winger Aljazair, Riyad Mahrez telah resmi bergabung dengan tim Besutan Pep Guardiola, Manchester City, meninggalkan Leicester City yang sudah dia bela selama empat musim terakhir ini. Menyusul kepindahannya tersebut, pemain berusia 27 tahun ini kemudian mengucapkan terima kasih kepada The Foxes.

Riyad Mahrez Ucapkan Terima Kasih Kepada Leicester City

Sebenarnya, kabar transfer Mahrez menuju Etihad Stadium sudah tercium sejak musim panas tahun lalu, tapi pada akhirnya yang bersangkutan tetap bertahan di Leicester City. Isu ini kembali mengemuka pada bursa transfer musim dingin januari lalu, tapi kembali kesepakatan tak tercapai antara kedua kubu sehingga hal tersebut sempat membuat Mahrez ‘ngambek’ dan mogok latihan.

Baru pada bursa transfer musim panas tahun ini, Mahrez benar-benar bergabung dengan Manchester City setelah tercapainya kesepakatan transfer senilai 60 Juta Poundsterling antara kedua kubu. Tentu saja, pelatih Pep Guardiola adalah sosok yang menginginkan terwujudnya transfer ini.

Mahrez tentu saja senang dengan terwujudnya transfer ini, tapi terlepas dari itu, dia tetap mengucapkan terima kasih kepada pihak Leicester city yang telah membantunya berkembang sebagai pemain selama empat musim terakhir. Ungkapan terima kasih dituturkan Mahrez kepada The Foxes lewat akun twitter pribadinya.

“Kepada semua fans Leicester, kita telah mencatatkan sejumlah kenangan luar biasa dan sejarah bersama-sama. Menjuarai Liga Primer melawan semua prediksi adalah hal luar biasa dan itu tidak akan pernah terwujud tanpa dukungan kalian buat saya dan juga kepada tim.”

“Saya juga ingin berterima kasih kepada rekan setim saya, staf dan semua orang di klub yang telah menjadi bagian besar dalam hidup saya selama beberapa tahun terakhir ini. Sekarang waktunya bagi saya untuk move on dan mencoba untuk melanjutkan perkembangan saya, namun saya akan selalu mengenang waktu saya di klub ini dengan kesenangan dan kebanggaan yang luar biasa. Terima kasih, Terima kasih.”

Adapun, Mahrez bergabung dengan Leicester City pada bursa transfer musim panas tahun 2014 silam, membantu klub tersebut memenangkan titel Premier League di musim 2015/16. Di Manchester City, Mahrez menyepakati kontrak berdurasi lima tahun.

Del Piero Girang Cristiano Ronaldo Gabung Juventus

Del Piero Girang Cristiano Ronaldo Gabung Juventus

Saga Transfer pertama pada musim panas tahun ini, Cristiano Ronaldo dari Real Madrid menuju Juventu telah resmi terwujud. Banyak pihak yang memberikan respon positif atas transfer tersebut, termasuk diantaranya legenda Juventus Alessandro Del Piero, yang ikut girang atas keberhasilan bekas klubnya menggaet pemain terbaik dunia.

Del Piero Girang Cristiano Ronaldo Gabung Juventus

Sebagaimana diketahui, Raksasa La Liga Spanyol, Real Madrid memang telah mengeluarkan pernyataan resmi terkait dengan kepergian bintang andalan mereka selama 9 tahun terakhir ini, Cristiano Ronaldo. Mega bintang asal Portugal tersebut meminta agar kepindahannya menuju Juventus disetujui. Meski belum ada pernyataan resmi dari Juventus mengenai detil kontraknya yang diyakini dalam waktu dekat Ronaldo akan diperkenalkan ke publik.

Transfer ini bisa dikatakan mengejutkan, pasalnya Juventus selama ini dikenal sebagai Klub yang tak mau mengeluarkan banyak uang demi mendaratkan satu pemain bintang. Namun Ronaldo sendiri ditebus lewat banderol tak kurang dari 105 Juta euro, dan hebohnya lagi Juventus menyepakati permintaan gaji 30 Juta Euro per musim dari mantan bintang Manchester United tersebut.

Meski begitu, respon positif diperlihatkan sejumlah pihak terkait dengan rampungnya transfer Ronaldo ke Turin. Legenda Juventus, Alessandro Del Piero turut girang atas transfer ini. Legenda Italia itu menganggap bahwa kedatangan Cristiano Ronaldo tak hanya berdampak positif bagi juventus, tapi juga bagi sepakbola Italia secara keseluruhan.

“Ini bagus untuk Juve dan sepakbola Italia. Saya pikir ini akan meningkatkan level kompetisi di Italia, dan juga menambah keinginan untuk mengalahkan Juve yang telah memenangkan tujuh gelar berturut-turut. Dan hari ini, orang-orang di seluruh dunia membicarakan Juventus, Turin, dan Italia yang telah lama tak terjadi dalam beberapa tahun terakhir,” ujar Del Piero kepada Sky Sport Italia.

Kabarnya, Cristiano Ronaldo saat ini tengah menikmati liburannya di Yunani, dan Presiden Juventus, Andrea Agnelli dilaporkan langsung terbang ke Yunani untuk menuntaskan detil kontrak pemain berusia 33 tahun tersebut.

Dianggap Gagal di Barcelona, Ini Kata Halilovic

Dianggap Gagal di Barcelona, Ini Kata Halilovic

Gelandang muda Kroasia, Alen Halilovic akhirnya resmi bergabung dengan AC Milan, setelah sebelumnya sempat digadang-gadang jadi Messi Baru Barcelona. Halilovic sendiri gagal memenuhi ekspektasi tersebut, terkait dengan kegagalannya itu , apa kata sang pemain ?

Dianggap Gagal di Barcelona, Ini Kata Halilovic

Sebagaimana diketahui, Nama Alen Halilovic sejatinya sempat meroket setelah beredar video penampilannya bersama dengan tim akademi Dinamo Zagreb. Sejak saat itu, dioa digadang-gadang jadi bintang masa depan Kroasia. Banyak yang menginginkan servis sang pemain saat itu, namun akhirnya Dinamo Zagreb melepas sang pemain lewat banderol 2,2 Juta euro ke Barcelona.

Di Barcelona, Halilovic tak langsung bermain untuk skuat utama, melainkan bergabung dengan tim B Blaugrana. Dia baru mencatatkan debutnya di tim senior pada tahun 2015, dengan turun sebagai pemain pengganti dalam pertandingan melawan Elche di ajang Copa Del Rey. Sayangnya, itu juga jadi penampilan terakhir Halilovic sebagai pemain Raksasa Catalan.

Dia kemudian dipinjamkan ke Sporting Gijon sebagai pinjaman selama satu musim sebelum dilepas secara permanen pada musim panas tahun 2016 ke Hamburg SV lewat banderol 5,5 Juta europ. Setelah dua musim bermain bagi tim Bundesliga Jerman, Halilovic hijrah ke Italia, dia resmi direkrut AC Milan dan diikat kontrak berdurasi lima tahun.

Saat ditanya tentang kegagalannya di Barcelona, Halilovic mengungkapkan bahwa saat bergabung dengan Raksasa Catalan usianya masih sangat muda, dan sulit bagi pemain muda untuk berkembang saat jarang mendapatkan kesempatan tampil.

“Saya masih sangat muda dua tahun lalu. Saya pindah ke Barcelona saat saya masih berusia 19 tahun, Sulit ketika Anda masih muda dan Anda tidak mendapatkan kesempatan untuk bermain,”

“Sekarang pada usia 22 dan telah membuat lebih dari 90 penampilan di liga terbesar di dunia, saya pikir ini adalah waktu yang tepat untuk mengambil langkah lebih lanjut,” ucapnya seperti dilansir Football Italia.

Halilovic sendiri tak diperhitungkan pelatih Zlatko Dalic untuk membela Tim Nasional Kroasia di ajang Piala dunia tahun ini.

Emre Can Siap Terima Kedatangan Cristiano Ronaldo

Emre Can Siap Terima Kedatangan Cristiano Ronaldo

Gelandang anyar Juventus, Emre Can sepertinya turut mendukung kepindahan bintang besar Portugal, Cristiano Ronaldo menuju Juventus pada bursa transfer musim panas tahun ini. Mantan pemain Bayern Munchen tersebut mengaku siap menyambut kedatangan Ronaldo di Turin.

Emre Can Siap Terima Kedatangan Cristiano Ronaldo

Sebagaimana diketahui, Cristiano Ronaldo belakangan ini memang gencar dikaitkan dengan kepindahannya menuju raksasa serie A italia, Juventus. Rumor tersebut sendiri muncul seiring dengan pernyataan sang pemain selepas partai final Liga Champions Eropa melawan Liverpool beberapa waktu lalu, dimana Mantan bintang Manchester United, mengaku akan segera mengumumkan masa depannya bersama Real Madrid dalam waktu dekat ini.

Pernyataan Ronaldo tersebut kemudian memicu munculnya sejumlah spekulasi terkait dengan masa depan mega bintang Portugal. Memang, mantan klub sang pemain, Manchester United, pada awalnya begitu gencar dikaitkan dengan Ronaldo namun belakangan pria beursia 33 tahun tersebut justru lebih sering dikaitkan dengan juara bertahan Serie A Italia, Juventus.

Sebagaimana kabar yang terdengar belakangan, Bianconneri sudah menyepakati banderol transfer yang ditetapkan Real Madrid, yang tak lain sebesar 100 Juta euro. Tak hanya itu, muncul juga klaim yang menyebut bahwa pihak Juventus sepakat memenuhi permintaan gaji 30 Juta Euro per musim dari Kapten Timnas Portugal tersebut dengan ikatan kontrak berdurasi empat tahun.

Terkait dengan kabar ini, Gelandang Jerman, Emre Can yang baru bergabung dengan Juventus pada bursa transfer musim panas tahun ini, mendukung kehadiran Sang Mega Bintang di Turin. Can mengaku siap menyambut kedatangan Cristiano Ronaldo dan jadi rekan satu timnya di Juventus.

“Cristiano Ronaldo? Pemain mana pun ingin main dengannya, itu akan luar biasa,” kata Can dalam konferensi pers.

Can sendiri secara pribadi merasa yakin dengan karirnya bersama dengan Juventus.

“Pelatih pertama saya orang Italia, ketika saya masih sangat muda ia bilang kepada saya, suatu hari saya akan main untuk Juventus, dan sekarang saya di sini. Mentalitas di Juventus adalah kami hanya ingin memenangkan gelar. Itu juga mentalitas saya. Saya datang ke sini untuk menyabet gelar.” tandasnya.

Indra Sjafri Berharap Jumpa Thailand di Babak Final

Indra Sjafri Berharap Jumpa Thailand di Babak Final

Juru taktik Tim Nasional Indonesia U-19 Indra Sjafri tak kehilangan optimismenya meski Sadil cs baru saja telan kekalahan dari Thailand pada laga pamungkas Group A Piala AFF 2018 dan gagal finish sebagai pemuncak klasemen. Bahkan, eks manajer Bali United tersebut berharap bisa kembali berhadapan dengan Thailand pada partai final nanti.

Indra Sjafri Berharap Jumpa Thailand di Babak Final

Sebagaimana diketahui, Tim Nasional Indonesia U-19 memang berhadapan dengan Thailand pada pertandingan terakhir babak penyisihan Group Piala AFF U-19. Laga tersebut sendiri berlangsung di Stadion Gelora Delta Sidoarjo, pada senin malam WIB (09/7) waktu setempat. Indonesia tertinggal 2-0 sejak awal, sempat mengejar dengan sebiji gol, namun pada akhirnya harus mengakui keunggulan Timnas Thailand U-19.

Kekalahan tersebut membuat Tim Garuda Muda gagal finish sebagai juara Group A, karena tertinggal dua poin dari Thailand yang berhasil keluar sebagai juara group. Tentu saja kegagalan ini sangat mengecewakan, apalagi dengan demikian, Indonesia artinya akan berhadapan dengan juara Group B pada pertandingan semifinal nanti.

Namun begitu, pelatih Indra Sjafri tak lantas kehilangan optimismenya akan peluang Tim Garuda Muda di ajang ini. Karenanya, yang bersangkutan berharap bisa bertemu kembali pada babak Final melawan Tim Gajah putih. Memang, Indonesia berpotensi kembali berhadapan dengan Thailand jika melaju ke partai final, namun jika mereka bisa melalui babak semifinal, begitu juga dengan Thailand.

“Kami mendapatkan pressing ketat, sehingga kiper yang juga baru kami mainkan di laga ini kesulitan melakukan built up serangan dari bawah seperti biasanya. Kami banyak melakukan umpan panjang ke pertahanan Thailand, sehingga mudah diantisipasi,” ungkap Indra.

“Setelah kebobolan kami tidak panik, dan anak-anak seperti menemukan ritme, dan kemudian membalas. Sempat ada peluang, namun gagal menjadi gol. Laga berjalan seru sebenarnya, tapi pemain kurang fokus dan banyak kesalahan individu. Kami memang perlu drama yang berbeda di setiap pertandingan. Banyak pelajaran yang kami dapatkan, terutama soal mental pemain. Mudah-mudahan ada kesempatan lagi ketemu Thailand, dan tentunya itu di partai final.” Demikian kata mantan pelatih Bali United FC ini.

Adapun pada babak semifinal nanti, Indonesia kemungkinan besar berharapan dengan Malaysia yang memang memiliki peluang lebih besar untuk finish sebagai juara group B.