Argentina Raih Hasil Buruk, Sampaoli Minta Maaf

Argentina Raih Hasil Buruk, Sampaoli Minta Maaf

Tim Nasional Argentina secara mengejutkan korban ‘pembantian’ Kroasia dalam laga matcdays ke-2 fase Group Piala dunia 2018. Menyusul performa buruk skuat arahannya dalam pertandingan tersebut, pelatih Jorge Sampaoli memohon ampunan dari publik Argentina.

Argentina Raih Hasil Buruk, Sampaoli Minta Maaf

Sebagaimana diketahui, Argentina mengincar kemenangan sejak awal menyusul satu poin yang hanya mereka dapatkan dalam pertandingan pertama melawan Islandia. Namun sayangnya, Lionel Messi Cs gagal meraih poin dalam partai tersebut, seiring dengan kekalahan telak 0-3 dari tim arahan Zlatko Dalic.

Tentu saja kekalahan tersebut membuat Argentina terancam kehilangan tiket ke babak gugur turnamen empat tahunan ini, dimana jika itu terjadi, maka akan sangat disayangkan mengingat mereka sebelumnya telah berhasil melangkah sampai ke babak final, dan disebut sebagai salah satu tim favorit tahun ini.

Terkait dengan hasil buruk tersebut, pelatih Jorge Sampaoli kemudian maju ke depan, pasang badan, dan mengklaim sebagai satu-satunya pihak yang bertanggung jawab atas buruknya penampilan Argentina dalam dua laga pertama ini. Karenanya, Sampaoli meminta pengampunan kepada publik Argentina.

“Ada rasa sakit di mana kami tidak berada pada level yang diharapkan orang-orang Argentina. Karenanya saya memohon pengampunan. Terutama buat mereka yang melakukan upaya besar untuk menempuh perjalanan jauh guna menyaksikan Argentina.

“Saya bertanggung jawab sepenuhnya atas hasil ini. Saya percaya saya sudah melakukan yang terbaik dari yang saya bisa dan sederhananya, saya tidak bisa menemukan cara untuk memberi apa yang mereka minta,” Demikian ujar Sampaoli di laman resmi FIFA.

Dengan hasil ini, Argentina tak hanya bergantung pada diri mereka sendiri saat melakoni partai terakhir fase Group melawan Nigeria, tapi mereka juga berharap agar Islandia dan Nigeria tidak meraih kemenangan saat kedua tim bertemu di pekan ke-2 malam nanti.

Bawa Prancis ke 16 Besar, Mbappe Catat Rekor Baru

Bawa Prancis ke 16 Besar, Mbappe Catat Rekor Baru

Winger muda penuh talenta asal Prancis, Kylian Mbappe, berhasil mencatatkan rekor pribadi setelah mencetak gol semata wayang Les Bleus dalam kemenangan yang diraih atas Peru, pada matchdays ke-2 Fase Group. Rekor seperti apa yang dicatatkan bintang PSG ini ?

Bawa Prancis ke 16 Besar, Mbappe Catat Rekor Baru

Sebagaimana diketahui, Tim Nasional prancis memang berhadapan dengan Peru pada pertandingan pekan ke-2 fase Group, Kamis malam WIB (21/6) waktu setempat. Dalam pertandingan tersebut, performa tim arahan Didier Deschamps sebenarnya tidak bisa dibilang bagus, namun mereka tetap berhasil memetik poin penuh.

Kemenangan tipis diraih Les Bleus atas wakil Amerika Serikat tersebut, dengan Kylian Mbappe, bintang muda Paris Saint-Germain yang mencetak satu-satunya gol bagi Juara dunia 1998 ini. Gol tunggal Mbappe itu tak hanya sekedar meloloskan Prancis ke babak 16 besar, tapi juga melahirkan Sejumla rekor baru bagi sang pemain sendiri.

Ya, dengan gol tersebut, Mbappe resmi jadi pemain termuda dalam sejarah (19 tahun 6 Bulan) yang mencetak gol dalam dua edisi Turnamen Internasional terakhir secara beruntun, Piala Euro dan Piala dunia.

Lulusan akademi AS Monaco itu juga menjadi pemain Prancis pertama yang mencetak gol, usai Les Bleus menjadi kampiun Piala Dunia pada edisi 1998 silam. Terakhir, Mbappe merupakan remaja ke-12 yang sanggup mencetak gol di Piala Dunia. Mari kita nantikan bakal sedahsyat apalagi performa bocah ingusan ini di Rusia!

Tentu saja, kegemilangan Mbappe sudah diprediksi sebelumnya, mengingat yang bersangkutan juga tampil cukup mentereng di level klub dalam dua musim terakhir, masing-masing bersama dengan AS Monaco yang melahirkan trofi Juara Ligue 1 Prancis dan bersama dengan Paris saint-Germain dengan raihan gelar serupa juga musim kemarin.

Masih ada satu pertandingan fase Group yang harus dimainkan Prancis, tapi mereka sudah mengamankan satu tiket ke babak 16 besar Turnamen empat tahunan ini.

Lionel Messi Sering Menangis Karena Piala Dunia

Lionel Messi Sering Menangis Karena Piala Dunia

Membawa Argentina jadi juara Dunia rupanya benar-benar merupakan mimpi terbesar bintang Barcelona, Lionel Messi. Hal tersebut diungkapkan sang Ibu, Celia Cuccittini, bahkan ibunda Messi sering melihat anaknya menangi karena kegagalan Les Albiceleste di ajang empat tahunan tersebut.

Lionel Messi Sering Menangis Karena Piala Dunia

Sebagaimana diketahui, sebagian pihak memang menyarankan agar pemain berjuluk La Pulga tersebut bisa memenangkan titel Piala dunia jika memang ingin disebut sebagai yang terbaik dalam sejarah sepakbola. Namun sayangnya sampai saat ini Messi belum mampu mewujudkand hal tersebut, padahal sempat ada kesempatan saat yang bersangkutan membawa Argentina ke Final Piala dunia 2014 lalu.

Messi sendiri secara pribadi begitu menginginkan trofi Piala dunia bersama Tim Nasional Argentina. Karenanya, yang ebrsangkutan akan menangis ketiga gagal mencapai target tersebut, sebagaimaan penuturan sang ibu.

“Target utamanya adalah untuk membawa pulang gelar [dari Rusia], untuk jadi juara Piala Dunia. Ini adalah salah satu hasrat terbesar Messi. Kami melihat dia sudah banyak menderita, Saya sering melihat dia menagis,” Demikian ujar Celia kepada reporter.

Lebih lanjut, Celia menyayangkan kritik yang dilayangkan banyak pihak terkait dengan komitmen Messi di Timnas Argentina. Banyak yang menilai bahwa Messi tidak begitu bergairah saat membela Tim Tango. Kritik tersebut sejatinya membuat Messi dan Keluarganya Menderita, padahal Messi adalah pemain yang paling ingin membawa Argentina juara dunia, lebih dari pemain manapun.

“Messi adalah orang pertama yang ingin memenangkan Piala Dunia, lebih dari siapa pun dan dia akan memberikan segalanya untuk Piala Dunia kali ini.”

“Kami sangat menderita dengan kritik yang diberikan padanya. Ketika publik ragu pada komitmennya bersama negara, itu sangat menyakitkan bagi keluarga, juga bagi saya sebagai ibu,” tegas Celia.

Lolos ke Babak Gugur Pelatih Uruguay Justru Geram

Lolos ke Babak Gugur Pelatih Uruguay Justru Geram

Tim Nasional Uruguay telah berhasil memastikan satu tiket ke babak gugur Piala dunia 2018 ini berkat kemenangan yang mereka raih atas Arab Saudi pada pekan ke-2 fase Group. Namun, pelatih Uruguay Oscar Tabarez justru merasa geram dengan penampilan para pemainnya dalam laga tersebut.

Lolos ke Babak Gugur Pelatih Uruguay Justru Geram

Sebagaimana diketahui, Tim Nasional Uruguay awalnya memang sudah mengantongi tiga poin berkat kemenangan yang mereka raih pada matchdays pertama melawan Mesir dengan skor akhir 1-0. Pada matchdays ke-2 melawan Arab Saudi, Uruguay juga berhasil menang dengan skor yang identik, 1-0.

Dua kemenangan beruntun di babak penyisihan Group tentu saja membuat Luis Suarez cs berhak atas tiket ke babak gugur, alias babak 16 besar, bersama dengan tuan rumah Rusia yang juga mampu meraih dua kemenangan beruntun dalam dua laga pertamanya di fase Group, meskipun masih ada satu pertandingan lagi yang belum dimainkam. Akan tetapi. hal tersebut tak lantas membuat pelatih oscar Tabarez merasa gembira.

Pasalnya, performa skuat arahannya sepanjang pertandingan melawan Uruguay dirasa sangat buruk. Diapun tak segan mengkritik para pemainnya dan menuntut agar mereka bisa bermain lebih baik lagi pada laga-laga berikutnya.

“Satu-satunya hal yang mengejutkan saya adalah rendahnya level permainan kami pada babak pertama. Kami sangat jauh dari level kami, dan Anda bisa mengatakan itu karena Arab Saudi mempersulit kami,”

“Beberapa orang mungkin berpikir bahwa kami akan memenangkan pertandingan ini mudah. Orang-orang berbicara mengenai Rusia, Mesir, dan Arab Saudi, tanpa benar-benar memahami kekuatan mereka.”

“Di Piala Dunia ini, kami melihat begitu banyak kejutan sehingga kami tidak bisa menganggap remeh siapa pun. Ingat pada masa lalu ketika kami melihat ada skor 10-1 di Piala Dunia? Tetapi, akhir-akhir ini Anda sudah jarang melihat skor itu terjadi,” ujar Tabarez, dalam konferensi pers usai laga.

pada partai terakhir, Uruguay dihadapkan dengan laga berat, dimana mereka harus menghadapi tuan rumah Rusia untuk memperebutkan status sebagai juara Group.

Diego Maradona Anggap Messi Sudah Lakukan Tugasnya

Diego Maradona Anggap Messi Sudah Lakukan Tugasnya

Legenda Besar Argentina, Diego Maradona, turut membela performa buruk dan penalti gagal Bintang Barcelona, Lionel Messi dalam partai pembuka group D melawan Islandia akhir pekan kemarin. Menurutya, La Pulga sudah melakukan tugasnya, namun tidak berjalan dengan baik.

Diego Maradona Anggap Messi Sudah Lakukan Tugasnya

Sebagaimana diketahui, Tim Nasional Argentina memang gagal memenangkan pertandingan pertama mereka di babak penyisihan Group Piala dunia 2018. Berhadapan dengan Islandia, pada Sabtu (16/6), skuat arahan Jorge Sampaoli hanya mampu memetik satu angka saja dari hasil imbang 1-1.

Lionel Messi tampil mengecewakan dalam pertandingan tersebut, karena tak mampu mencetak gol ke gawang Islandia. Bahkan dari 11 tembakannya yang mengarah ke gawang, tak satupun yang berhasil mengubah skor pertandingan. Tak hanya itu, Messi juga gagal mengeksekusi penalti pada babak kedua.

Jika saja penalti tersebut berhasil dieksekusi Messi, kemungkinan besar timnas Argentina akan mengamankan poin penuh dari laga tersebut. Tentu saja hal ini membuat banyak pihak mengkritik bintang Barcelona. Terkait hal ini, Legenda Argentina Diego Maradona tidak tinggal diam. Yang bersangkutan membela Messi yang dinilai tampil buruk dalam pertandingan tersebut.

Menurutnya, gagal mengekskusi penalti adalah hal yang normal terjadi dalam dunia sepakbola, dan yang paling penting adalah Messi sudah melakukan tugasnya, hanya saja yang bersangkutan kurang beruntung.

“Saya gagal mengeksekusi lima penalti secara beruntun dan saya masih Diego Armando Maradona,” kata pemenang Piala Dunia 1986 itu. “Pertandingan dan dua poin yang hilang oleh tim tidak menjadi tanggung jawabnya.”

“Dia menunjukkan wajahnya dan memberikan semua yang harus dia berikan. Anak itu sudah melakukan tugasnya. Melihat dia di lapangan, dia sangat marah. Sama seperti saya. Itu semua tentang dia, dia selalu harus selalu lepas dari kawalan dua pemain dan ketika dia melakukannya, tidak ada celah terbuka.” Demikian ujar Legenda yang pernah membawa Argentina juara dunia di tahun 1986 silam.

Diisukan Hengkang dari Chelsea, Ini Kata Kante

Diisukan Hengkang dari Chelsea, Ini Kata Kante

Gelandang Tim Nasional Prancis, N’Golo Kante, akhirnya angkat bicara perihal dengan klaim yang menyebut bahwa dia akan meninggalkan Chelsea pada bursa transfer musim panas tahun ini. Ditegaskan eks Leicester City, bahwa dia sama sekali tak memikirkan rumor transfer, karena fokusnya untuk Piala Dunia 2018.

Diisukan Hengkang dari Chelsea, Ini Kata Kante

Sebagaimana diketahui, N’Golo Kante bergabung dengan Chelsea pada bursa transfer musim panas tahun 2016 lalu, setelah sebelumnya berperan besar atas keberhasilan Leicester City memenangkan titel Premier League. Pada musim pertamanya di Chelsea, yang bersangkutan berhasil memenangkan trofi Premier league lagi, namun sayang, musim keduanya tak begitu bagus.

Chelsea tak hanya gagal mempertahankan trofi Premier League, tapi tim besutan antonio Conte tersebut juga gagal finish di empat besar klasemen akhir yang memaksa mereka absen pada ajang Liga Champions Eropa musim depan. Fakta tersebut dipercaya membuat sejumlah bintang The Blues akan meninggalkan Stamford Bridge pada musim panas ini, termasuk diantaranya gelandang Prancis, N’Golo Kante.

Mantan pemain Leicester City itu dipercaya akan mempertimbangkan tawaran yang datang dari raksasa Ligue 1 , Paris Saint-Germain, sebagaimana klub tersebut menawarkan caps bermain di ajang Liga Champions Eropa musim depan. Nah, menanggapi isu transfernya itu, Kante sendiri memilih untuk mengabaikannya.

Hal tersebut karena yang bersangkutan saat ini sepenuhnya fokus pada ajang Piala dunia 2018 bersama dengan Tim Nasional Prancis.

“Saya tidak memikirkan rumor-rumor itu, Hari ini saya masih pemain Chelsea dan itu adalah faktanya. Saat ini saya tengah bermain di Piala Dunia bersama Timnas Prancis dan hanya itu yang terpenting bagi saya.”

“Saya tidak memperhatikan semua yang mereka [Media] katakan mengenai situasi saya di klub saat ini.” ujar Kante kepada Goal International.

Kante musim lalu bermain sebanyak 47 kali bagi The Blues musim lalu.

Pique Kecam Kebiasaan Diving Cristiano Ronaldo

Pique Kecam Kebiasaan Diving Cristiano Ronaldo

Bek tengah Spanyol, Gerard Pique mengecam bintang sekaligus Kapten Tim Nasional Portugal, Cristiano Ronaldo menyusul hasil imbang kontra Tim Seleccao akhir pekan kemarin. Menurut bek Barcelona, Pentolan Real Madrid tersebut memiliki kebiasaan melakukan aksi Diving di saat genting.

Pique Kecam Kebiasaan Diving Cristiano Ronaldo

Seperti diketahui, Spanyol berhadapan dengan Portugal dalam laga pembuka Group B Piala dunia 2018, Sabtu dinihari WIB lalu (16/6) waktu setempat. Dalam pertandingan tersebut, La Furia Roja pada awalnya tertinggal oleh gol penalti Cristiano Ronaldo. Kemudian, Mereka sukses menyamakan kedudukan, dan kembali tertinggal 1-2 sebelum jeda pertandingan.

Pada babak kedua, Spanyol yang mendominasi penuh partai tersebut sukses membalas dengan dua gol, dan berbalik unggul 3-2. Sayangnya, di menit-menit akhir pertandingan, mereka kembali kebobolan oleh Cristiano Ronaldo lewat sepakan Free Kick yang memperdaya David De Gea. Kedua tim pun harus puas dengan satu angka.

Bek Barcelona, Gerard Pique adalah sosok dibalik pelanggaran terhadap Cristiano Ronaldo yang berbuah Free Kick dalam proses terjadinya gol ketiga bintang portugal itu. Selepas pertandingan, Pique justru menuding Ronaldo melakukan diving.

Menurutnya, pentolan Real Madrid itu memang terbiasa melakukan aksi diving untuk memperoleh keuntungan.

“Kami memiliki peluang lebih banyak. Mereka punya tiga tembakan dan mencetak tiga gol,”

“Pertandingan berjalan ke satu arah dan Anda harus menghadapinya. Mendapati laga pembuka Piala Dunia dengan penalti menghampiri Anda di menit kedua, maka Anda harus berada dalam perasaan yang bagus setelah pertandingan berjalan. Cristiano terbiasa gampang melakukan diving,” ujar Pique.

Karena hasil imbang tersebut, Spanyol kini berada di urutan ke-2 pada klasemen sementara. Mereka akan berhadapan dengan Iran yang memuncakki klasemen pada matchdays ke-2 nanti.

Thiago Siva Akui Siap Kembali ke Milan

Thiago Siva Akui Siap Kembali ke Milan

Bek Tim Nasional Brazil, Thiago Silva tidak bisa menolak kemungkinan untuk kembali membela raksasa Serie A Italia, AC Milan. Bahkan jika mungkin, Rossoneri akan jadi labuhan terakhir dalam karirnya sebagai pemain sepakbola sebelum gantung sepatu.

Thiago Siva Akui Siap Kembali ke Milan

Thiago Silva memang pernah membela AC Milan pada periode 2009 hingga 2012. Bahkan bisa dikatakan Rossoneri adalah klub yang membesarkan namanya, mengingat tim Seie A Italia tersebut telah merekrutnya dari klub Brazil, Fluminense pada bursa transfer musim panas tahun 2009.

Di tahun 2012, Thiago Silva memutuskan hengkang dari AC Milan, dan bergabung dengan raksasa Ligue 1 Prancis, Paris saint-Germain. Tentu saja banyak yang kecewa dengan keputusan Thiago Silva, terutama para fans AC Milan, mengingat yang bersangkutan adalah kapten klub dan sebelumnya pernah mengatakan bakal tetap bertahan di San Siro.

Tapi apapun itu, Thiago Silva sudah mencatatkan karir yang cukup gemilang bersama dengan Paris Saint-Germain. Hanya saja, setelah enam tahun berlalu ada isu yang menyebut bahwa Yang bersangkutan akan dilepas klub mengingat usia yang tak lagi muda.

Selain itu, Paris Saint-Germain juga dipercaya tengah menyeimbangkan finansial mereka setelah merogoh kocek sangat dalam untuk mendaratkan Neymar dan Mbappe tahun lalu. AC milan diyakini siap menampung kembali pemain Brazil ini. Terkait spekulasi tersebut, Thiago Silva sendiri mengaku sama sekali tak menutup kemungkinan untuk kembali ke San Siro.

“Milan ada di hati saya dan akan selamanya di sana, bagaimana saya bisa mengatakan ‘tidak’ kepada mereka? Tidak pernah mudah untuk berbicara tentang masa depan, tetapi tak ada yang mustahil di sepakbola. Segalanya mungkin. Kembali [ke Milan], mungkin untuk mengakhiri karir saya, akan menjadi hal yang indah.”

“Gattuso? Dia adalah pria sempurna untuk momen yang tepat dalam sejarah mereka. Saya penggemar berat [Milan] dan saya mengikuti mereka dengan penuh minat: sepakbola Italia dan Eropa membutuhkan Milan yang sejati,” Kata Thiago Silva kepada reporter.

AC Milan Akan Jadikan Juventus Sebagai Contoh

AC Milan Akan Jadikan Juventus Sebagai Contoh

CEO AC Milan, Marco Fassone mengakui bahwa Juventus sejatinya dua kali lipat lebih unggul dalam segala hal dari Klubnya, maupun sang rival Inter Milan. Karenanya, Sang CEO menegaskan bahwa Rossoneri akan berusaha untuk meniru cara Bianconneri dalam memperoleh kesuksesan yang luar biasa selama tujuh tahun terakhir ini.

AC Milan Akan Jadikan Juventus Sebagai Contoh

Sebagaimana diketahui, AC Milan dan Inter milan memang tidak lagi berjaya seperti dulu kala, terhitung sejak tahun 2012 silam. Mereka perlahan mundur dari perburuan gelar juara, bahkan untuk memenangkan satu tempat di empat besar saja, kedua tim ini sangat kesulitan.

Sementara itu di sisi lain, Juventus yang sempat terpuruk pasca skandal calciopoli yang membawa mereka sampai terdegradasi ke Serie B Italia justru meraih sukses pada periode tersebut. Bianconneri berhasil memenangkan tujuh trofi Scudetto dalam tujuh tahun terakhir, dan sempat lolos dua kali ke partai final Liga Champions Eropa.

Karenanya, CEO Milan Marco Fassone menganggap bahwa Rossoneri dan Inter Milan tertinggal dua kali lipat dari Juventus.Dan kepada Football Italia, yang bersangkutan menegaskan bahwa Klubnya akan berusaha meniru dan mengikuti jejak Juventus dalam membangun sistem mereka selama tujuh tahun terakhir ini.

“Kami tertinggal jika dibandingkan dengan Juventus, kami perlu mengambil petunjuk dari mereka dan mengintegrasikannya ke dalam sistem sepakbola secara keseluruhan, bukan hanya satu klub.”

“Tujuh Scudetto secara beruntun adalah hasil yang luar biasa bagi Juventus, meskipun itu kurang bagus untuk atmosfer persaingan di sepakbola Italia.”

“Dengan menyesal saya katakan Inter dan Milan hampir dua kali lipat tertinggal dari Juventus dan menjembatani kesenjangan tersebut tak akan mudah. Saya ulangi, kami akan mencoba untuk meniru mereka.” Tegas Fassone sebagaimana dilansir Football Italia.

Allegri Akui Dapat Tawaran dari Chelsea dan Real Madrid

Allegri Akui Dapat Tawaran dari Chelsea dan Real Madrid

Juru Taktik Juventus, Massimilliano Allegri, mengakui bahwa dia memang sempat mendapatkan tawaran dari dua raksasa Eropa, Chelsea dan Real Madrid, namun mantan pelatih AC Milan tersebut menolak untuk hengkang dari Turin.

Allegri Akui Dapat Tawaran dari Chelsea dan Real Madrid

Sebagaimana diketahui, Chelsea memang dipercaya tengah mencari manajer anyar pada kesempatan bursa transfer musim panas tahun ini setelah merasa kecewa dengan hasil kerja Antonio Conte sepanjang musim 2017/18 kemarin. Chelsea gagal dibawa pelatih asal Italia tersebut finish di empat besar klasemen akhir, sehingga yang bersangkutan kembali absen pada ajang Liga Champions Eropa musim depan.

Sementara itu, Real Madrid tengah mencari manajer anyar setelah pelatih mereka sebelumnya, Zinedine Zidane, secara mengejutkan memutuskan untuk mundur dari jabatannya sebagai pelatih kepala hanya selang beberapa hari saja selepas membawa Los Blancos menjuarai titel Liga Champions Eropa untuk kali ketiga secara beruntun dalam tiga musim terakhir.

Allegri dianggap sebagai salah satu incaran kedua klub tersebut, namun pada akhirnya tidak satupun dari klub tersebut yang mencapai kesepakatan dengan pelatih asal Italia. Terkait hal ini, Allegri sendiri membenarkan bahwa dia memang sempat mendapatkan tawaran dari kedua raksasa eropa tersebut, hanya saja dia sudah senang dengan pekerjaannya di Juventus, sama sekali tak berencana meninggalkan Turin.

“Apakah saya katakan tidak untuk dua klub itu? Anggap saja saya sudah mengatakan ia kepada Juventus, menghormati kesepakatan yang saya buat dengan dewan, Saya berterima kasih kepada presiden Florentino Perez karena telah mempertimbangkan saya.”

“Saya selalu suka dengan rencana-rencana Juventus, yang diperbarui di setiap tahunnya dengan tujuan untuk selalu juara. Saya akan terus melakukan perkembangan yang telah kami mulai sejak empat tahun lalu, bersama [Beppe] Marotta, [Fabio] Paratici, [Pavel] Nedved, dan presiden klub.” ujar Allegri kepada Sky Sport.